Tips Keamanan dan Privasi Saat Menggunakan Internet

Internet memang sekarang ini menjadi sebuah hal yang cukup memudahkan kita untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang tentunya sangat dibutuhkan. Namun, jika nantinya kita tidak hati-hati dalam menggunakan internet ada banyak sekali ancaman yang akan terjadi di media sosial. Hal tersebutlah yang kemudian juga membuat Google, melakukan sejumlah upaya untuk dapat melindungi privasi dan juga data dari para pengguna internet. Head of Public Policy Google Indonesia Putri Alam, mengatakan jika pihak Google selalu meningkatkan teknologi keamanan yang mereka miliki serta fitur privasi untuk dapat menjaga pengguna mereka agar nantinya bisa tetap aman pada saat menggunakan internet.

Seperti yang juga disampaikan bahwa mereka selalu berinovasi untuk dapat menjaga keamanan para penggunannya. Keamanan tersebut pun sekarang ini harus sangat mudah digunakan oleh seluruh pengguna internet. Inisiatif keamanan yang ada dalam mengakses internet tersebut juga menjadi sebuah hal yang dilakukan oleh Google bersama dengan Kementerian Komunikasi dan juga Informatika (Kemkominfo), Badan Siber dan juga Sandi Negara dari (BSSN), Siberkreasi, ID-IGF, IGF Youth, ICT Watch, dan juga Kreavi.

Tips keamanan dan privasi berinternet

Pertama mereka mengatakan jika pengamanan privasi tersebut merupakan sebuah hal yang terbagi menjadi 2 pilar utama. Pertama yaitu adalah pilar Kesadaran dari masyarakat pengguna internet sendiri, dimana pilar ini juga dapat menekan tentang pentingnya untuk bisa menyadari keamanan dan juga privasi dalam menggunakan internet.

Kedua adalah pilar Pencegahan, yakni sebuah pilar lanjutan yang perlu dilakukan oleh seseorang setelah mereka memahami tindakan yang dilakukan untuk pencegahan dalam menjaga keamanan dan juga menjaga privasi setiap orang dalam berinternet. Berikut ini adalah tips meningkatkan sebuah kesadaran bagi masyarakat pada saat mengakses internet.

1. Berhati-hatilah terhadap pesan yang meminta informasi pribadi

Jangan klik link atau jangan membalas sebuah pesan yang mencurigakan berbentuk apapun. Khususnya pesan yang meminta informasi pribadi seperti halnya nama lengkap, nama ibu kandung, alamat rumah, email, tanda pengenal, sandi, nomor rekening bank yang di gunakan atau nomor kartu kredit, bahkan meminta data tanggal lahir. Bahkan jika pesan tersebut nantinya dikirim oleh situs yang memang terpercaya, seperti situs bank, jangan sekalipun mengklik link atau membalas pesan tersebut.

Sebaiknya jika anda ingin yakin kunjungi langsung situs atau aplikasi bank tersebut untuk login ke dalam akun anda. Ingatlah, situs dan layanan resmi nantinya tidak akan pernah mengirim pesan untuk meminta anda mengirim sandi atau pun meminta anda untuk mengirimkan informasi keuangan via email. Selain informasi pribadi dirimu anda sendiri, anda juga tidak boleh memberikan data pribadi seseorang tanpa adanya izin dari orang tersebut.

2. Selalu pastikan validitas URL dan link yang mencurigakan

Jangan pernah anda mengklik link yang memang mencurigakan, karena bisa jadi link tersebut memang berisi sebuah halaman login palsu atau sebuah halaman yang dibuat oleh hacker yang memang terlihat resmi seperti situs asli. Pastikan URL yang ada di dalam link tersebut adalah link yang nantinya akan mudah untuk diakses adalah situs yang resmi yang memang diawali dengan tanda “https”. Situs palsu yang dapat membuat para pengguna internet terjebak phising yaitu adalah situs yang berupaya untuk menipu seseorang agar memberikan informasi pribadi yang penting seperti sandi akun.

3. Jangan instal aplikasi berbahaya

Selalu unduh aplikasi yang ada dalam seluler anda dari sumber terpercaya. Google Play Protect untuk dapat menjaga keamanan perangkat dengan melakukan sebuah pemeriksaan keamanan terhadap aplikasi yang ada dari Google Play Store sebelum nantinya anda mengunduhnya, serta memeriksa perangkat tersebut secara berkala. Untuk dapat memaksimalkan perlindungan data, hapus aplikasi yang nantinya tidak lagi digunakan, baca juga kebijakan privasi yang ada di dalam akun tersebut, aktifkan fitur update otomatis dan hanya berikan akses dari data sensitif ke dalam aplikasi terpercaya.

4. Jaga agar software selalu

Selalu gunakan software terbaru untuk browser anda, sistem operasi, plugin, dan juga sebuah sistem editor dokumen. Saat anda menerima notifikasi untuk mengupdate software yang anda gunakan, lakukanlah sesegera mungkin. Perhatikan juga nantinya kapan anda perlu mengupdate software, beberapa layanan seperti halnya browser Chrome, yang nantinya akan diperbarui secara otomatis.

5. Waspadai peniru identitas

Jika menerima sebuah email dari seseorang yang memang anda kenal tetapi isi pesannya terlihat aneh dan mencurigakan, bisa jadi akun kenalan anda tersebut memang sudah diretas. Jangan balas pesan tersebut atau jangan pernah mengklik link apapun yang memang sudah diberikan.

6. Pegang kendali terhadap akun Google

Dengan Akun Google, anda nantinya akan bisa mendapatkan berbagai macam informasi yang ada. Serta anda juga akan dapat mengatur setelan privasi dan juga setelan keamanan anda yang ada di satu tempat. Fitur ‘Dasbor’ dan juga ‘Aktivitas Saya’ nantinya akan dapat memberikan sebuah transparansi data yang telah dikumpulkan dari aktivitas anda di seluruh layanan Google. Anda juga dapat mengatur privasi dengan melakukan ‘Kontrol Aktivitas’ dan juga mengaktifkan ‘Setelan Iklan’ yang memungkinkan anda untuk dapat mengaktifkan dan menonaktifkan pengumpulan serta penggunaan data. Anda juga dapat mengatur seluruh layanan Google agar nantinya layanan tersebut dapat berfungsi lebih baik untuk anda.

7. Gunakan jaringan dan koneksi yang aman

Berhati-hatilah nantinya pada saat anda menggunakan jaringan WiFi yang ada di tempat publik sebelum memasukkan informasi anda yang sensitif. Jaringan ini mungkin saja tidak dienkripsi sehingga nantinya siapapun yang ada di jaringan tersebut dapat memantau aktivitas Internet yang lain, terutama pada saat mengakses layanan internet banking atau mobile banking. Apabila nantinya anda harus memasukan informasi sensitif, pastikan koneksi ke situs yang memang sedang anda kunjungi adalah situs yang aman, jika situs tersebut memang aman di browser seperti Chrome, akan menampilkan sebuah ikon gembok berwarna abu-abu di dalam kotak URL.

8. Miliki email cadangan

Gunakan sebuah email cadangan untuk anda nantinya menghindari spamming. Untuk dapat melindungi privasi dari akun media sosial dan internet, anda juga perlu menggunakan sebuah email cadangan. Hampir setiap web pastinya akan memerlukan sebuah alamat email jika anda memang ingin menggunakan jasa mereka. Jika anda memang mengunjungi situs terpercaya, maka keamanan tidak jadi masalah. Namun sayangnya, ada banyak situs di internet dengan reputasi yang dipertanyakan. Dengan memiliki sebuah email cadangan, anda akan dapat menghindarkan diri dari spamming. Jadi, aktivitas di email utama anda nantinya tidak akan terganggu.

Demikian itulah beberapa cara yang dapat anda gunakan agar lebih aman dalam menggunakan internet. Perhatikan beberapa poin di atas agar nantinya data anda dapat terlindungi dengan aman. Terimakasih.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa