Hal di UU ITE yang Wajib Anda Tahu

UU ITE sendiri mengatur dan juga melindungi tentang sebuah informasi dan transaksi elektronik yang ada di dunia maya. Dalam Pasal 27 dijelaskan bahwa UU ITE ini sendiri bukan hanya menjerat pelaku pembuatnya saja, tetapi juga mereka yang mendistribusikan, mentransmisikan, dan atau mereka yang membuat konten tersebut dapat diakses secara elektronik oleh banyak orang.

Hal di UU ITE yang Wajib Anda Tahu

Hal yang dimaksud dengan mendistribusikan adalah mengirimkan ataupun juga menyebarkan Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik kepada banyak orang atau berbagai pihak melalui sebuah Sistem Elektronik. Mentransmisikan sendiri adalah mengirimkan Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik yang ditujukan kepada satu pihak lainnya melalui sebuah Sistem Elektronik.

Sedangkan orang yang berhasil ‘membuat konten tersebut nantinya dapat diakses’ adalah semua perbuatan lain selain mendistribusikan dan juga mentransmisikan melalui sebuah Sistem Elektronik yang menyebabkan Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik dapat diketahui oleh pihak lain ataupun juga oleh publik. Mereka yang memberikan informasi atau juga mereka yang membagikan konten yang melanggar UU ITE ini nantinya bisa ikut dijerat dan dikenakan sebuah hukuman. Pengguna media sosial juga sekarang ini harus lebih berhati-hati dan jangan mudah membagikan sesuatu ke dunia maya tanpa melakukan sebuah konfirmasi kebenaran info tersebut. Berikut ini adalah beberapa hal yang mengakibatkan seseorang dapat terkena pasal UU ITE.

Jangan membuat, membagikan atau memberikan akses asusila

Setiap orang yang nantinya dengan sengaja dapat mendistribusikan, mentransmisikan, ataupun juga membuat sebuah konten yang memiliki muatan melanggar kesusilaan, yang nantinya akan dapat diakses secara elektronik bisa dijerat dengan UU ini.
Ancaman untuk muatan kesusilaan dimana dipidana paling lambat yaitu sekitar 6 tahun atau denda paling banyak sebesar Rp 1 miliar.

Jangan sembarangan mengancam, memeras & mencemarkan nama baik

Dalam Pasal 27 ayat 3 dan juga 4 sudah dijelaskan ketentuan setiap orang, jika dengan sengaja mendistribusikan, mentransmisikan ataupun juga membuat sebuah informasi dapat diaksesnya. Ketika Informasi Elektronik tersebut memiliki muatan pencemaran nama baik atau fitnah yang diatur dalam KUHP, bisa juga dijerat dengan pasal ini. Mereka yang nantinya melanggar pasal ini bisa dikenakan pidana paling lama sekitar 4 tahun dan denda sekitar Rp 1 miliar. Ketentuan tersebut adalah delik aduan bukan sebuah delik umum.

Jangan Sembarangan Menyadap

Dalam Pasal 31 dijelaskan soal aturan sebuah penyadapan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Penyadapan hanya dapat dilakukan untuk para kepentingan penyidikan aparat penegak hukum. Penyadapan yang dimaksud adalah adalah sebuah kegiatan untuk mendengarkan, merekam, membelokkan atau mengubah, menghambat, serta mencatat transmisi Informasi Elektronik dan juga Dokumen Elektronik yang bersifat publik. Baik menggunakan jaringan kabel komunikasi maupun jaringan nirkabel, seperti pancaran elektromagnetik atau radio frekuensi. Mereka yang melakukan hal tersebut nantinya bisa dijerat dengan pasal ini adalah:

  • Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak melawan hukum dan melakukan intersepsi atau sebuah penyadapan atas Informasi Elektronik atau juga sebuah Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer atau Sistem Elektronik tertentu yang dimiliki Orang lain.
  • Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak ataupun juga melawan hukum melakukan sebuah intersepsi atas transmisi Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik ke dalam suatu Komputer atau sebuah Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain. Baik hal tersebut yang tidak menyebabkan perubahan apa pun maupun yang menyebabkan terjadinya sebuah perubahan, penghilangan, atau penghentian Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik yang sedang ditransmisikan.

Muatan perjudian

Pasal 27 ayat 2 memuat sebuah aturan soal orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan tentang semua hal yang memuat sebuah perjudian menjadi sebuah informasi Elektronik atau dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian. Ancaman untuk konten yang memiliki sebuah muatan perjudian dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak yaitu Rp 1 miliar.

Pencemaran nama baik

Setiap orang dengan sengaja dan juga tanpa hak mendistribusikan atau juga mentransmisikan serta membuat diaksesnya Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik yang memiliki sebuah muatan penghinaan dan pencemaran nama baik. Mereka yang melakukan hal tersebut nantinya bisa diancam dengan pidana paling lama 4 tahun dan denda Rp 750 juta.

Berita Hoax

Ancaman hukuman untuk menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan sebuah kerugian konsumen akan dipidana dengan pidana penjara paling lama yaitu 6 (enam) tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

7. Hate speech atau ujaran kebencian

Untuk ancaman menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang ada di antara individu atau pun juga sebuah kelompok masyarakat tertentu berdasarkan dengan suku, agama, ras dan juga antar golongan atau SARA pidana penjara paling lama selama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Deface

Deface adalah sebuah teknik mengganti ataupun juga menyisipkan sebuah file pada sebuah server. Teknik ini sendiri dapat dilakukan karena terdapat berbagai lubang pada sistem security yang ada di dalam sebuah aplikasi. Hal ini juga bertujuan untuk melakukan perubahan tampilan yang bertujuan untuk melakukan sebuah perubahan tampilan pada sebuah website korban dengan tampilan yang dimiliki oleh si defacer. Deface juga sebuah tindakan kriminal karena dengan sengaja melakukan sebuah perubahan pada web seseorang tanpa seizinnya.

Berdasarkan dengan penjelasan di atas, terlihat bahwa dalam penerapan UU-ITE memiliki dua macam mekanisme dan kemudian bergantung pada peristiwa hukum yang nantinya terjadi. Hanya saja perdebatan yang nantinya kerap terjadi sebuah penentuan unsur kerugian, apakah bentuk kerugian tersebut harus berupa materi atau sebuah bentuk kerugian yang bisa masuk ke dalam sebuah kerugian immateriil.

Dalam hal ini bahwa bentuk kerugian tersebut nantinya harus bersifat nyata, namun demikian tidak harus berupa kerugian material bisa juga tentang sebuah reputasi. Hal ini didasarkan pada sebuah argumentasi bahwa aturan hukum bentuknya konkret dan digunakan untuk menjawab permasalahan yang konkrit. Oleh sebab itu ketika menentukan jenis kerugian, maka kerugian tersebut haruslah sebuah kerugian yang konkret, bukan hanya berdasarkan pada apa yang dirasakan olehnya secara subjektif.

Demikian itulah beberapa beberapa hal yang dapat menyebabkan anda terjerat pasal UU ITE. Beberapa tindak kejahatan tersebut tentunya akan membuat anda terjerat pasal tersebut, oleh karena itu sebagai pengguna internet yang aktif kita harus bijaksana dalam menggunakan internet. Sebaiknya kita menggunakan internet dan ilmu IT dengan cara yang bijak, jangan sampai anda nantinya ikut terpancing melakukan sebuah hal yang dimaksud tadi karena bisa jadi anda nantinya tidak bisa menggunakan internet selama bertahun-tahun.

 

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa