Pengguna Internet di Indonesia Memiliki Fakta Mengejutkan

Arus informasi di era yang sudah digital ini sudah semakin deras. Indonesia ini juga termasuk salah satu dari negara yang belum memiliki amunisi untuk menangkap dampak negatif dari penggunaan internet yang bebas. “Indonesia menjadi dua negara di kawasan Asean yang belum memiliki regulasi tentang keamanan privasi di internet, termasuk media sosial,” ujar Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi Publik, Freddy Tulung, dalam Seminar Inisiasi Rancangan Regulasi Media di Era Integrasi Media Lama dan Media Baru di Yogyakarta.

Ia menuturkan, Laos, negara lain di kawasan Asean yang juga belum memiliki regulasi tentang keamanan privasi, ternyata sudah menggodok regulasi di lembaga setingkat DPR dan tinggal menunggu pengesahannya. Artinya, kemungkinan besar Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asean yang belum memiliki regulasi tentang keamanan privasi di internet. Menurut Freddy, situasi ini memprihatinkan karena kondisi pengguna internet di Indonesia cukup mengejutkan. Ia mencatat sejumlah fakta terkait pengguna internet yang ada di Indonesia.

Hootsuite (We are Social): Indonesian Digital Report 2020 – Andi Dwi  Riyanto, Dosen, Praktisi, Konsultan, Pembicara: E-bisnis/Digital  Marketing/Promotion/Internet marketing, SEO, Technopreneur, Fasilitator  Google Gapura Digital yogyakarta

Pertama, 60 persen penduduk di Indonesia tidak memiliki rekening di bank, akan tetapi 85 persen penduduk memiliki ponsel. Kedua, empat dari 10 orang di Indonesia aktif di media sosial. Ketiga, orang Indonesia bisa hidup tanpa ponsel paling lama tujuh menit. Keempat, orang Indonesia mengakses Internet delapan sampai 11 jam per hari. Kelima, minat baca di Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara. Mereka membaca buku rata-rata 27 halaman per tahun. Keenam, 59 persen orang Indonesia terbiasa membagi artikel dalam Internet tanpa lebih dulu membacanya. Ketujuh, penetrasi internet di Indonesia mencapai 51 persen. Kedelapan, jumlah gawai yang beredar mencapai 415 juta unit. Terakhir, di Jawa, dua dari tiga orang memiliki dua SIM card. Berikut ini ada beberapa fakta yang mengejutkan mengenai fakta pengguna internet di Indonesia. Berikut diantaranya. 

 

Butuh Social Ware dan Moral Ware

Freddy memaparkan kemajuan teknologi informasi memperdalam dampak negatif dalam sejumlah persoalan. Ia mencontohkan, peredaran narkoba memanfaatkan komunikasi via ponsel, terorisme, konflik pecah belah, dan berita hoaks. Ia tidak menampik generasi saat ini kuat di penggunaan hardware dan software. Namun, ternyata hal itu belum cukup untuk menangkal dampak negatif dari derasnya arus informasi.

“Tetapi tidak dibekali moral ware dan social ware sehingga mereka teralienasi atau terasing dari lingkungan sosialnya,” kata Freddy. Ia menilai persoalan itu tidak cukup ditegakkan lewat regulasi atau hukum, melainkan juga etika.

 

Perlindungan Online dan Offline Mengacu pada HAM

Wahyudi Djafar, perwakilan LSM Elsam mengatakan kebebasan yang diberikan media sosial memunculkan tantangan baru, yakni menjadi sarana penyebaran rumor, hoaks, dan sebagainya. “Oleh karena itu pengaturan perlu dan mengacu pada prinsip HAM,” tuturnya.

Dalam resolusi 2012, prinsipnya perlindungan terhadap seseorang ketika offline sama dengan saat orang itu online. Pada 2016, resolusi diperbarui dengan menambah poin perlindungan privasi seseorang juga harus dilakukan saat online. “Jangan dipikir media sosial itu cuma-cuma, kita semua yang mengakses sosial media membayar dengan Data-data pribadi dan itu yang perlu dilindungi,” ucapnya.

 

Jumlah Pengguna Internet Sekitar ⅓ Populasi

Hingga akhir tahun 2014 kemarin, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai angka 88,1 juta jiwa. Lebih dari setengahnya berdomisili di Pulau Jawa, tepatnya sekitar 52 juta pengguna. Jika dibandingkan dengan populasi Indonesia secara menyeluruh, yakni sekitar 252,4 juta versi akhir tahun lalu tentunya maka jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 1/3 dari populasi keseluruhan, tepatnya 34,9%. Angka ini tentu saja akan terus bertumbuh seiring meluasnya jaringan internet serta pertumbuhan pengguna perangkat untuk berselancar di dunia maya di tanah air.

9 Fakta Mengejutkan Pengguna Internet di Indonesia - Regional Liputan6.com

Bonus: rasio pengguna berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan 51% dan laki-laki 49%. Di artikel kemarin, perempuan juga terbukti lebih sering dan lebih berani berbelanja online ketimbang laki-laki.

 

Mayoritas pengguna internet adalah orang yang sudah bekerja

Dari puluhan juta pengguna internet di Indonesia tersebut, sebagian besar ternyata adalah orang yang sudah bekerja/wiraswasta. Jumlahnya mencapai lebih dari setengah (55%), disusul oleh mahasiswa dan ibu rumah tangga dengan persentase masing-masing 18% dan 16%.

Fakta ini menarik karena, jika kita lihat di jejaring sosial, kaum remaja tampaknya cukup mendominasi. Namun nyatanya, akses internet di Indonesia tidak cuma terbatas pada penggunaan jejaring sosial saja, tetapi juga di lingkungan kerja.

 

Di dunia kerja, internet paling sering digunakan pada sektor perdagangan

Apa yang dicari para pekerja dan pengusaha tersebut saat mengakses internet? Dilihat dari lingkup dunia kerja, internet di Indonesia mayoritas digunakan pada sektor perdagangan (31,5%) dan jasa (26,1%). Jika kalian melihat artikel tentang maraknya jual-beli online di Indonesia, data ini tampaknya cukup akurat.

 

Ponsel paling sering digunakan untuk mengakses internet

Pertanyaan yang cukup sering dilontarkan saat berbicara tentang penggunaan internet adalah, “melalui perangkat apa pengguna mengaksesnya?” Dan jawabannya juga rata-rata hampir sama di setiap negara, yakni melalui ponsel.

Di Indonesia sendiri, ponsel mencatatkan angka 85% dari total perangkat yang digunakan untuk mengakses internet. Namun satu pengguna biasanya juga mengakses internet dari perangkat lain, sehingga laptop/netbook meraih porsi 32%. Penggunaan ponsel untuk mengakses internet ini merata di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari barat sampai ke timur.

 

Pengguna Internet Berdasarkan Pulau

Persebaran pengguna internet di Indonesia yaitu di Pulau Jawa sebesar 55%, Pulau Sumatera sebesar 21%, Pulau Sulawesi sebesar 10%, Pulau Maluku sebesar 10%, Pulau Papua sebesar 10%, Pulau Kalimantan 9%, pulau Bali sebesar 5% dan Pulau Nusa Tenggara sebesar 5%.

APJII: Pulau Jawa Sumbang Kontribusi Paling Besar Pengguna Internet di  Indonesia : Okezone techno

Pengguna internet paling banyak adalah di Pulau Jawa. Dari Pulau Jawa tersebut dibagi lagi menjadi beberapa daerah yaitu Jawa Barat mencapai 16.6%, Jawa Tengah sebesar 14.3%, lalu Jawa Timur 13.5%, disusul oleh Jakarta 4.7%, dan Yogyakarta sebesar 1.5%.

 

Pengguna Internet Berdasarkan Pendidikan

Data pengguna internet di Indonesia berdasarkan tingkat pendidikan paling besar adalah universitas atau masa perkuliahan. Selanjutnya adalah tingkat SMA atau SMK, lalu tingkat SMP atau sekolah menengah pertama, dan yang terakhir tinggal SD. Selain para pelajar, pengguna internet juga bisa meliputi para pelajar yang sudah lulus atau yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Badan Pusat Statistik juga memberikan pernyataan akan jumlah pengguna internet berdasarkan pekerjaan. Pengguna internet di Indonesia paling banyak adalah wirausaha, lalu guru, pedagang online, lalu jasa konsultan, pegawai BUMN atau swasta, selanjutnya Pegawai Negeri Sipil, dan karyawan biasa hingga buruh. Jumlah pengguna internet akan terus bertambah seiring dengan kemajuan dan kebutuhan. Bahkan internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Baik untuk pelajar, karyawan, mahasiswa, guru dan sebagainya membutuhkan internet untuk mendapatkan informasi ataupun berkomunikasi. Bahkan di berbagai perusahaan, kantor, kampus, sekolah, hotel, rumah sakit, dan sebagainya sudah terkoneksi dengan internet.